أهلا و سهلا بقدومكم

Rabu, 09 Maret 2011

DAKWAH SIRIYAH RASULULLAH

A. Abstraksi
Kalau di abad pertama perkembangan islam begitu pesat dan berkuasa, saat ini ummat islam dengan populasi yang semilyar hanyalah seperti singa yang tidak bertaring. Fenomena ini menjadi PR utama tugas seorang da'i era modern. Kejumudan terhadap ajaran islam dan merebaknya fitnah telah
menyusup kedalam jiwa setiap muslim di berbagai daerah. Belum lagi berbagai intimidasi musuh islam terus dilancarkan dengan berbagai cara. Berbagai metode dakwah diterapkan demi membawa mereka kembali pulang dan mewujudkan kembali kejayaan islam tanpa harus menanggung resiko terberat, meskipun resiko dalam dakwah adalah sebuah keniscayaan. Dakwah sirriyah salah satunya. Praktik metode ini menjadi ajang diskusi publik lantaran diterapkan pada era kebebasan saat ini. Manusia bebas bersuara dan berpendapat tanpa harus terkena delik hukum bila menentang ideologi pemerintah.

B. Definisi
1. Dakwah
Pengertian terminologis: dakwah adalah ajakan atau himbauan1, ia juga berarti jeritan, seruan, atau permohonan2.

Pengertian etimologis: Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa dakwah adalah mengajak seseorang agar beriman kepada Allah dan kepada apa yang dibawa oleh para rasulNya, dengan cara membenarkan apa yang mereka beritakan dan mengikuti apa yang mereka perintahkan3. Selain Ibnu Taimiyah, para ulama’ mendefinisikan dakwah dengan gaya bahasa yang berbeda-beda, namun semuany abersatu pada satu titik temu, yakni bahwa dakwah bukan hanya terbatas pada penjelasan dan penyampaian semata, namun juga menyentuh pada tarbiyah (pembinaan) dan takwin (pembentukan) pribadi, keluarga, dan masyarakat Islam.4

DR. Sayyid Muhammad Al Wakil: Da’wah adalah menghimpun manusia diatas kebaikan, menunjukinya kepada kebenaran serta beramar ma’ruf dan nahi munkar kepada mereka5

Fathi Yakan: Da’wah adalah merobohkan dan membangun, merobohkan kejahiliahan dalam segala bentuknya, baik itu paradigma berfikir, akhlak, aturan maupun syari’at. Dari sini da’wah adalah membangun masyarakat muslim di atas kaidah Islam yang mencakup dhohir dan batin dalam aturan hukumnya, gaya hidupnya dan dalam korelasi aqidah dengan alam, manusia dan kehidupan.6

DR. Taufiq Wa’i: Da’wah adalah menghimpun manusia di atas kebaikan, menunjukinya kearah kebenaran dengan melaksanakan manhaj robbani di atas bumi secara perkataan atau amalan, memerintahkan yang ma’ruf melarang yang mungkar, menunjuknya kejalan yang lurus dan bersabar atas beban da’wah.7

2. Sirriyah
Pengertian terminologis: sesuatu yang disembunyikan seseorang dalamdirinya.8

3. Dakwah Sirriyah dalam islam
Dari dua istilah di atas bisa kita simpulkan, dakwah sirriyah dalam islam adalah suatu metode dakwah islam yang dilaksanakan dengan sembunyi-sembunyi dengan menghindar ipengetahuan publik demi kemaslahatan dan keberhasilan dakwah tersebut.

C. Tinjauan historis perkembangan dakwah islam
Rasulullah adalah utusan terakhir sebagai penyempurna syari’at diinul islam yang didakwahkan oleh Nabi dan rasul sebelumnya. Ditengah euphoria kejahiliyahan kaum paganis di tanah arab, beliau terlahir sebagai sosok yang jujur dan berwibawa ditengah adat dan kultur mereka. Setelah Allah mengangkat beliau menjadi seorang Nabi dalam peristiwa di Gua Hira’, dimulailah perjalanan kehidupan yang cukup berat menghadapi tantangan dakwah tauhid. Risalah islam yang beliau bawa pada mulanya didakwahkan secara sembunyi-sembunyi, mengingat kondisi beliau yang hanya seorang diri dalam perjalanan dakwah tersebut.

Dalam praktiknya, Rasulullah memulai fase sirriyah ini dengan menyeru orang-orang dalam keluarga beliau. kemudian setelah islam menerangi hati beberapa anggota keluarga beliau, dakwah islam dilanjutkan kepada kerabat serta sahabat dekat beliau.  para pengikut dakwah inipun belum menampakkan keislaman mereka dihadapan kaum pagan. Setelah berjalan tiga tahun, Allah memberikan maklumat kepada Nabi Muhammad untuk mendakwahkan islam secara terang-terangan(jahriyah). Proses peralihan fase ini ditandai dengan turunnya wahyu surat al hijr: 94 dan asy syu’ara: 214.
فَاصْدَعْ بِمَاتُؤْمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِينَ
Artinya: Maka sampaikanlah olehmu segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik. (QS. 15:94)
وَأَنذِرْ عَشِيرَتَكَ اْلأَقْرَبِينَ
Artinya: Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat, (QS. 26:214)

Metode dakwah terang-terangan(jahriyatud da’wah) ini diawali dengan beberapa tahapan. Pertama dimulai dengan menyeru kaum kerabat dengan mengumpulkan mereka di satu tempat kemudian beliau menyampaikan risalah tauhid kepada mereka.9 sebagian menerima dan sebagian menolak. Kemudian dilanjutkan dengan seruan beliau di bukit shafa setelah yakin adanya jaminan keamanan dari paman beliau sendiri, Abu Thalib.10 Mulailah berbagai intimidasi dari kaum pagan quraisy terhadap perjalanan dakwah beliau. Segala bentuk cercaan, tuduhan dan penyiksaan mereka lancarkan kepada beliau dan orang-orang yang mengikuti dakwahnya.

Kemudian Rasulullah mulai mengambil langkah-langkah strategis untuk menghindari penindasan yang bisa berakibat pada kegagalan dalam dakwah tauhid. Hal ini dibuktikan dengan pemusatan gerak dakwah di daar al arqam. Langkah ini bertujuan untuk pembentukan konsolidasi intern, semacam organisasi kecil yang lebih rapi.11 Tahap ini pun terus berlanjut sampai beliau dan kaum muslimin melakukan hijrah ke beberapa daerah yang berpuncak pada hijrah akbar ke madinah. Hijrah ini dilakukan secara bergelombang, bertahap dan teratur. Disanalah kekuatan institusi islam mulai dibentuk. Pada fase ini, dakwah islam tidak hanya fokus untuk penyadaran terhadap orang-orang kafir, namun sudah melebar pada sasaran pemantapan keimanan dan keislaman kaum muslimin seiring dengan syari’at islam yang turun secara berkala dan pembentukan konstitusi daulah. Dengan demikian, lahirlah negara islam madinah sebagai embrio awal khilafah islamiyah di muka bumi.


Dakwah sirriyah zaman rasulullah
1. Objek dakwah: orang musyrik
2. Medan dakwah: ditengah-tengah kaum paganis
3. Tantangan: intimidasi orang-orang kafir terhadap para pengikut nabi Muhammad. Dan umat islam belum menampakkan permusuhan terhadap orang kafir.
4. Kemampuan: kuantitas dan kualitas kaum muslimin masih lemah, bahkan diawali oleh Rasulullah seorang diri. Saat itu belum terbentuk kelompok kekuatan umat islam.

Setelah Allah menurunkan surat al hijr: 94 dan asy syua’ara: 214. Adalah awal Rasulullah diperintahkan untuk terang-terangan dalam menyampaikan dakwah islam.
Dakwah jahriyah zaman Rasulullah:
1. Objek dakwahnya: orang kafir dan sekaligus orang muslim dalam rangka menguatkan keimanan mereka
2. Medan dakwah: ditengah kaum paganis dan kaum muslimin yang membelanya
3. Tantangan: orang kafir berusaha mengancam nyawa Rasulullah. Namun umat islam sudah berani menampakkan permusuhan dengan orang kafir.
4. Kemampuan: kaum muslimin semakin banyak, mulai terbentuk system kepemimpinan, jumlah penyeru tidak terbatas pada Rasulullah, akan tetapi dengan bantuan para sahabatnya.


D. Dakwah Islam Pasca runtuhnya Khilafah Islamiyah
munculnya khilafah islamiyah, yang diawali dengan kepemimpinan Rasulullah, kemudian dilanjutkan oleh para khulafa’ al rasyidin sangatlah memberika dampak positif yang sangat signifikan dalam perkembangan dakwah islam. Sasaran dakwah islam pun tidak lagi fokus pada penyadaran kaum kafir terhadap diinul islam. Namun telah beralih pada sasaran intern umat islam. Hal ini terjadi karena ilmu islam yang telah sampai kepada ummat tidak bisa dipahami secara serentak dan bersamaan. Kemudian terjadinya fenomena runtuhnya khilafah islamiyah pada tahun 1924 nampaknya telah memberi pengaruh terhadap perjalanan dakwah. Pasalnya, wujud dari khilafah islamiyah adalah tonggak utama dalam penerapan syari’at islam secara menyeluruh. Jika khilafah ini runtuh, syari’at islam tidak bisa dilaksanakan secara utuh. Oleh karena itu, arah dan tujuan dakwah islam pasca runtuhnya khilafah terfokus untuk proses pengembalian tampuk kepemimpinan islam yang telah runtuh. Dan faktanya, sampai saat ini pun cita cita tersebut belum juga terwujud. Walhasil, PR beban dakwah para du’at pun kian menumpuk.

Seiring runtuhnya khilafah islamiyah, ummat islam mulai membetuk kekuatan-kekuatan kecil lokal dan regional demi mempertahankan wilayah islam masing-masing. Gerak perjuangan dan dakwah pun mulai terkodifikasi dalam bentuk kekuatan dan jama’ah-jama’ah kecil. Hal ini ternyata sangat berpengaruh terhadap metode aktivitas dakwah yang diterapkan masing-masing kelompok. Mereka menerapkan metode-metode tersebut dengan bertitik berat pada kondisi yang dihadapi masing-masing. Dan nampaknya keberagaman metode dakwah tersebut sempat memunculkan lubang perselisihan antar kelompok-kelompok islam.



E. Aplikasi dakwah sirriyah era modern
Di era modern ini, dalam konteks dakwah islam di indonesia, ada sebagian jama’ah islam yang masih mempraktikkan dakwah sirriyah. Mereka memiliki alasan yang berporos pada alasan-alasan kemaslahatan dakwah mereka masing-masing. Satu permasalahan yang sulit dipungkiri, bahwa Jam’ah-jama’ah islam saat ini memiliki manhaj perjuangan yang beragam meskipun tujuan akhirnya sama, menjayakan islam di daerah masing-masing. Dilihat dari objek dakwahnya, sejatinya dakwah antara jama’ah-jama’ah tersebut berbeda dengan dakwah masa rasul, objek dakwah para jama’ah saat ini mayoritas terfokus untuk penyadaran intern umat islam dalam menggapai tujuan pembentukan kekuatan(daulah islamiyah) yang telah hilang sejak tahun 1924 Masehi. Sedangkan  dakwah rasul fokus untuk menyadarkan orang kafir menuju cahaya islam.

Sementara, sebagian jama’ah islam-bahkan mayoritas-mereka tenang-tenang saja dalam dakwah yang dilakukan secara terang-terangan tanpa ada kekhawatiran intimidasi musuh-musuh islam.

Dari dua realita ini, setelah diteliti ternyata ada satu hal yang menjadi faktor perbedaan penerapan sistem dakwah antara sirriyah dan jahriyah. Faktor tersebut adalah topik materi dakwah. Ujung dari semua ini adalah sama, yaitu pencapaian maslahat dakwah sebesar-besarnya.

Perlu kami ketengahkan dalam tulisan ini, Negara Indonesia adalah Negara yang populasi penduduknya mayoritas muslim dengan berbagai tingkat pemahaman terhadap islam yang beragam. Ada yang selalu berusaha memahami islam secara menyeluruh tanpa pilah-pilih, namun ada juga yang memahami islam dengan titik berat nafsu, masih memilah memilih syari’at islam untuk diterapkan. ada yang sungguh-sungguh dalam mengamalkan islam, disisi lain ada yang malas untuk mengamalkan syari’at islam. Di tempat lain lagi, ada yang masih awam sekali terhadap pemahaman diinul islam, bahkan ada pula yang belum tersentuh dakwah islam sedikitpun. Kondisi seperti inilah yang memberikan pengaruh besar bagi jama’ah-jama’ah islam di indonesia terhadap metode dakwah yang akan diterapkan. Disisilain, tuntutan beban dakwah secara umum terfokus pada pengembalian kekuatan islam(khilafah islamiyah) dalam rangka proses menuju penerapan syari’at secara global dan menyeluruh. Sehingga alasan praktik dakwah siriyyah saat ini diamini oleh beberapa jama’ah dakwah.

F. Konklusi
Berbicara masalah penerapan metodologi dalam berdakwah bukanlah pembahasan yang berkaitan dengan halal-haram ataupun nasikh-mansukh suatu hukum sebagaimana terdapat pada beberapa hukum dalam syari’at islam. Karena titik tekan dalam penerapan metodologi dakwah terletak pada maslahat pencapaian dakwah itu sendiri. Kalau dibawa kedalam konteks negara kita, dakwah sirriyah bukanlah metodologi yang relevan lagi. Kendatipun kita umat islam berada pada posisi lemah, namun penerapan metode jahriyah tidak akan menimbulkan efek negatif. Karena kondisi negara ini telah menjamin kebebasan masyarakatnya untuk mengemukakan pendapat dan bersuara. Sikap inipun tidak akan dikenai delik hukum. Sehingga, menerapkan metode dakwah jahriyah bukanlah sesuatu yang mengkhawatirkan. Ditambah lagi, jika dinilai menurut pencapaian dakwah, jelas akan lebih besar pengaruhnya melalui metode jahriyah. Syaikh munir Muhammad al Ghadban berkata: “penyampaian dakwah terang-terangan dilakukan setelah adanya jaminan perlindungan Allah kepada Rasul-Nya dari gangguan orang-orang yang memperolok-olokkan”12

Jika ditinjau dari histori perjalanan dakwah Rasulullah, maka dakwah jahriyah lebih efektif dan bermaslahat untuk diterapkan. Namun, yang perlu dicatat bahwa pihak yang memiliki otoritas dalam membaca kondisi masyarakat sehingga memilih metode dakwah yang sesuai adalah pimpinan kelompok/jama’ah dakwah masing-masing. Wallahu a’lam.

Sebenarnya masih banyak persoalan yang perlu dibahas berkaitan dengan penerapan dakwah sirriyah ini. Namun, kami mencukupkannya pada point pokok ini tanpa membahas hal-hal yang berkaitan semisal sirriyatu tandzim dan lain sebagainya.


G. Referensi
1. Kamus al ‘Ishry
2. Al munjid fi al lughahwa al a’lam, Louis ma’luf
3. DakwahFardiyah, Dr. Sayyid Muhammad Nuh
4. Majmu’ Fatawa, Syaikhul Islam IbnuTaimiyah
5. Usulud Da’wah wa Adabud Du’at
6. Al Islamu Fikrotun Wa Harokatun Wa Inqilabun
7. An Nisa’ Ad Da’iyat
8. Ar rahiq al makhtum
9. Manhaj Haraki, Syaikh Munir Muhammad al Ghadban

By : kelompok 4 semstr 1.

Seja o primeiro a comentar

Poskan Komentar

Tulis komentar, info lebih lanjut lewat FB/YM 24 jam/ langsung ke kantor kami.

Belajar

Belajar

Dasar Cinta

Imam Nawawi berkata: Artinya, "Aku mencintaimu karena agama yang ada pada dirimu, jika kau hilangkan agama dalam dirimu, hilanglah cintaku padamu."

Ingat

Ingat

Menejemen Cinta

Allah berfirman: Artinya, "Katakanlah, jika kalian (benar-benar) mencintai Allah ikutilah aku niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (Ali Imran: 31).

My Google+ Followers

Hakekat Cinta

Rasulullah saw. bersabda: Artinya, "Tidaklah (sempurna) iman salah seorang di antara kalian sehingga aku lebih dicintainya daripada orangtuanya, anaknya dan segenap umat manusia." (Muttafaq Alaih)

  © Lampung By : Fakhruddin Jaelani.

lokasi : Sukarame Bandar Lampung